ini adalah foto saya bersama sahabat sahabat dari Universitas Sriwijaya ,wah,memang kampus kami terkenal dengan kampus kuning
Tumpal Sinaga
blog ini berisikan tentang ilmu ilmu yang dapat anda ketahui,,semoga bermanfaat
Rabu, 21 Maret 2012
Tata nama alkana
Tata Nama Alkana
Ditulis
oleh Sukarmin
pada 02-10-2009
Perbedaan
rumus struktur alkana dengan jumlah C yang sama akan menyebabkan berbedaan
sifat alkana yang bersangkutan. Banyaknya kemungkinan struktur senyawa karbon,
menyebabkan perlunya pemberian nama yang dapat menunjukkan jumlah atom C dan
rumus strukturnya. Aturan pemberian nama hidrokarbon telah dikeluarkan oleh
IUPAC agar dapat digunakan secara internasional.
Aturan
tata nama alkana
1.
Rantai tidak bercabang (lurus) Jika rantai karbon terdiri dari 4 atom karbon
atau lebih, maka nama alkana diberi alawal n- (normal)
CH3
CH2 CH2 CH2 CH3 = n-pentana
2.
Jika rantai karbon bercabang, maka:
a.
Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung
yang lain. Rantai induk diberi nama alkana.

rantai induk terdiri dari 6 atom C, sehingga
diberi nama heksana
b.
Penomoran. Berilan
nomor pada rantai induk dari ujung terdekat cabang.

Jika
nomor dari bawah, maka cabang ada di nomor 3. tetapi jika dari kanan, maka
cabang ada di nomor 4. Sehingga dipilih penomoran dari ujung bawah.
c.
Tentukan cabang, yaitu atom C yang yang terikat pada rantai induk. Cabang
merupakan gugus alkil dan beri nama alkil sesuai struktur alkilnya. Perhatikan
beberapa gugus alkil berikut:
d.
Tabel 3. Nama Alkil


e.
Urutan penulisan nama. Urutan penulisan nama untuk alkana bercabang: Nomor
cabang-nama cabang nama rantai induk:
Nama
untuk struktur di atas adalah: 3-metilheksana
-jika
terdapat lebih dari satu alkil sejenis, maka tulis nonor-nonor cabang dari
alkil sejenis dan beri awalan alkil dengan di, tri, tetra, penta dan seterusnya
sesuai dengan jumlah alkil sejenis.

-Jika
terdapat dua atau lebih jenis alkil, maka nama-mana alkil disusun menurut
abjad.

3.
Tambahan untuk penomoran khusus
a.
Jika terdapat beberapa pilihan rantai induk yang sama panjang, maka pilih
rantai induk yang mempunyai cabang lebih terbanyak.

Rantai
induk = 5 atom C Rantai induk = 5 atom C
Cabang
= 2 (metil dan etil) Cabang = 1 (isopropil)
Sehingga
yang dipilih adalah struktur yang pertama : 3-etil-2-metilpentana
b.
Gugus alkil dengan jumlah atom C lebih banyak diberi nomor yang lebih kecil.

Dari
kiri, nomor 3 terdapat cabang etil
Dari kanan, nomor 3 terdapat cabang metil.
Sehingga yang dipilih adalah penomoran dari kiri: 3-etil-4metilpentana.
Dari kanan, nomor 3 terdapat cabang metil.
Sehingga yang dipilih adalah penomoran dari kiri: 3-etil-4metilpentana.
Sifat-sifat Alkana
Ditulis
oleh Sukarmin
pada 01-10-2009
Sifat
fisik
1.
Semua alkana merupakan senyawa polar sehingga sukar larut dalam air. Pelarut
yang baik untuk alkana adalah pelarut non polar, misalnya eter. Jika alkana
bercampur dengan air, lapisan alkana berada di atas, sebab massa jenisnya lebih
kecil daripada 1.
2.
Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud gas, suku ke 5 hingga suku ke 16
berwujud cair, dan suku diatasnya berwujud padat.
3.
Semakin banyak atom C, titik didih semakin tinggi. Untuk alkana yang berisomer
(jumlah atom C sama banyak), semakin banyak cabang, titik didih semakin kecil.
Tabel 4. Beberapa sifat fisik alkana
|
Nama alkana
|
Rumus
|
Mr
|
Titik leleh
|
Titik didih
|
Kerapatan
|
Fase
|
|
molekul
|
(oC)
|
(0C)
|
(g/Cm3)
|
pada
|
||
|
250C
|
||||||
|
Metana
|
CH4
|
16
|
-182
|
-162
|
0,423
|
Gas
|
|
Etana
|
C2H6
|
30
|
-183
|
-89
|
0,545
|
Gas
|
|
Propana
|
C3H8
|
44
|
-188
|
-42
|
0,501
|
Gas
|
|
Butana
|
C4H10
|
58
|
-138
|
-0. 5
|
0,573
|
Gas
|
|
Pentana
|
C5H12
|
72
|
-130
|
36
|
0,526
|
Cair
|
|
Heksana
|
C6H14
|
86
|
-95
|
69
|
0,655
|
Cair
|
|
Heptana
|
C7H16
|
100
|
-91
|
99
|
0,684
|
Cair
|
|
…
|
…
|
…
|
…
|
…
|
…
|
…
|
|
…
|
…
|
…
|
…
|
…
|
…
|
…
|
|
Heptadekana
|
C17H36
|
240
|
22
|
302
|
0,778
|
cair
|
|
Oktadekana
|
C18H38
|
254
|
28
|
316
|
0,789
|
padat
|
|
Nonadekana
|
C19H40
|
268
|
32
|
330
|
0,789
|
padat
|
|
Iikosana
|
C20H42
|
282
|
37
|
343
|
0,789
|
padat
|
Sifat
kimia
1.
Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan senyawa lainnya.
2.
Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor, karbon
dioksida dan uap air.

3.
Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2), atom
-atom H pada alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen.

Alkena
Ditulis
oleh Sukarmin
pada 27-09-2009

Alkena
merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap dua C=C. Suku
alkena yang paling kecil terdiri dari dua atom C, yaitu etena. Nama alkena
sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran – ana menjadi -ena.
Dari tabel diatas rumus molekul untuk alkena
jumlah atom H selalu dua kali jumlah atom C, sehingga secara umum dapat
dirumuskan:
CnH2n
Tata
nama alkena
Tata
nama alkena menurut IUPAC adalah sebagai berikut:
1.
Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung
yang lain yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkena sesuai jumlah atom
C pada rantai induk.
2.
Penomoran.
Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap.
3.
Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C
cabang tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan sesuai
dengan aturan pada tatanama alkana.
4.
Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk
Contoh:

3-metil-1-butena (benar)
2-metil-3-butena (salah)

Isomer
alkena
Etena
(C2H4) dan propena (C3H6) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu
struktur.
Isomer
dari Butena (C4H8):

Top of Form
Cari Artikel
Bottom of Form
Artikel
ini termasuk kategori: Hidrokarbon dan memiliki 2
Komentar sejauh ini .
Sifat-sifat Alkena
Ditulis
oleh Sukarmin
pada 30-09-2009
Sifat
fisik
1.
pada suhu kamar, tiga suku yang pertama adalah gas, suku-suku berikutnya adalah
cair dan suku-suku tinggi berbentuk padat. Jika cairan alkena dicampur dengan
air maka kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang saling tidak bercampur.
Karena kerpatan cairan alkena lebih kecil dari 1 maka cairan alkena berada di
atas lapisan air.
2.
Dapat terbakar dengan nyala yang berjelaga karena kadar karbon alkena lebih
tinggi daripada alkana yang jumlah atom karbonnya sama.
Tabel 5. Beberapa sifat fisik alkena
|
Nama alkena
|
Rumus
|
Mr
|
Titik leleh
|
Titik didih
|
Kerapatan
|
Fase pada
|
|
molekul
|
(oC)
|
(0C)
|
(g/Cm3)
|
250C
|
||
|
Etena
|
C2H4
|
28
|
-169
|
-104
|
0,568
|
Gas
|
|
Propena
|
C3H6
|
42
|
-185
|
-48
|
0,614
|
Gas
|
|
1-Butena
|
C4H8
|
56
|
-185
|
-6
|
0,630
|
Gas
|
|
1-Pentena
|
C5H10
|
70
|
-165
|
30
|
0,643
|
Cair
|
|
1-Heksena
|
C6H12
|
84
|
-140
|
63
|
0,675
|
Cair
|
|
1-Heptena
|
C7H14
|
98
|
-120
|
94
|
0,698
|
Cair
|
|
1-Oktena
|
C8H16
|
112
|
-102
|
122
|
0,716
|
Cair
|
|
1-Nonesa
|
C9H18
|
126
|
-81
|
147
|
0,731
|
Cair
|
|
1-Dekena
|
C10H20
|
140
|
-66
|
171
|
0,743
|
Cair
|
Sifat
kimia
Sifat
khas dari alkena adalah terdapatnya ikatan rangkap dua antara dua buah atom
karbon. Ikatan rangkap dua ini merupakan gugus fungsional dari alkena sehingga
menentukan adanya reaksi-reaksi yang khusus bagi alkena, yaitu adisi,
polimerisasi dan pembakaran
1.
Alkena dapat mengalami adisi Adisi adalah pengubahan ikatan rangkap (tak jenuh)
menjadi ikatan tunggal (jenuh) dengan cara menangkap atom/gugus lain. Pada
adisi alkena 2 atom/gugus atom ditambahkan pada ikatan rangkap C=C sehingga
diperoleh ikatan tunggal C-C. Beberapa contoh reaksi adisi pada alkena:
a.
Reaksi alkena dengan halogen (halogenisasi)

b.
Reaksi alkena dengan hidrogen halida (hidrohalogenasi) Hasil reaksi antara
alkena dengan hidrogen halida dipengaruhi oleh struktur alkena, apakah alkena
simetris atau alkena asimetris.
- alkena simetris : akan menghasilkan satu haloalkana.

- alkena asimetris akan menghasilkan dua haloalkana. Produk utana reaksi dapat diramalkan menggunakan aturan Markonikov, yaitu: Jika suatu HX bereaksi dengan ikatan rangkap asimetris, maka produk utama reaksi adalah molekul dengan atom H yang ditambahkan ke atom C dalam ikatan rangkap yang terikat dengan lebih banyak atom H.

c.
Reaksi alkena dengan hidrogen (hidrogenasi)
1.
Reaksi ini akan menghasilkan alkana.

2.
Alkena dapat mengalami polimerisasi. Polimerisasi adalah penggabungan
molekul-molekul sejenis menjadi molekul-molekul raksasa sehingga rantai karbon
sangat panjang. Molekul yang bergabung disebut monomer, sedangkan
molekul raksasa yang terbentuk disebut polimer.

3.
pembakaran alkena Pembakaran alkena (reaksi alkena dengan oksigen) akan
menghasilkan CO2 dan H2O.
CH2=CH2 + 2 O2 � 2CO2 + 2H2O
Alkuna
Ditulis
oleh Sukarmin
pada 29-09-2009
Alkuna
merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap tiga C=C. Suku
alkana yang paling kecil terdiri dari dua atom C, yaitu etuna. Nama alkuna
sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran – ana menjadi -una.
|
Nama
|
Struktur
|
Rumus
molekul
|
|
Etena
|
CH=CH
|
C2H4
|
|
Propena
|
CH=C-CH3
|
C3H4
|
|
Butena
|
CH=C-CH2-CH3
|
C4H6
|
|
Pentena
|
CH=C-
CH2- CH2?-CH3
|
C5H8
|
Dari tabel diatas rumus molekul secara umum
dapat dirumuskan:
CnH2n-2
Tata
nama alkena
Tata
nama alkuna menurut IUPAC sama dengan tatanama alkena, lang-kah-langkah untuk
memberi nama alkuna adalah sebagai berikut:
1.
Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung
yang lain yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkuna sesuai jumlah atom
C pada rantai induk.
2.
Penomoran.
Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap.
3.
Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C
cabang tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan sesuai
dengan aturan pada tatanama alkana.
4.
Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk.
Contoh:


Penentuan
rantai induk salah Meskipun mempunyai rantai terpanjang, tetapi tidak melewati
rangkap.

ISOMER
ALKUNA
Etuna
(C2H2), propena (C3H4) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur.
Isomer
dari butuna (C4H6):

Isomer
pentuna (C5H8)

Sifat Alkuna
Ditulis
oleh Sukarmin
pada 28-09-2009
Sifat
fisis
Sifat
fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. Semakin tinggi
suku alkena, titik didih semakin besar. Pada suhu kamar, tiga suku pertama
berwujud gas, suku berikutnya berwujud cair sedangkan pada suku yang tinggi
berwujud padat.
Tabel 6. Beberapa sifat fisik alkuna
|
Nama alkena
|
Rumus
molekul
|
Mr
|
Titik leleh
(oC)
|
Titik
didih
(0 C)
|
Kerapatan
(g/Cm3 )
|
Fase
pada
250 C
|
|
Etuna
|
C2H2
|
26
|
-81
|
-85
|
-
|
Gas
|
|
Propuna
|
C3H4
|
40
|
-103
|
-23
|
-
|
Gas
|
|
1-Butuna
|
C4H6
|
54
|
-126
|
8
|
-
|
Gas
|
|
1-Pentuna
|
C5H8
|
68
|
-90
|
40
|
0,690
|
Cair
|
|
1-Heksuna
|
C6H10
|
82
|
-132
|
71
|
0,716
|
Cair
|
|
1-Hepuna
|
C7H12
|
96
|
-81
|
100
|
0,733
|
Cair
|
|
1-Oktuna
|
C8H14
|
110
|
-79
|
126
|
0,740
|
Cair
|
|
1-Nonusa
|
C9H16
|
124
|
-50
|
151
|
0,766
|
Cair
|
|
1-Dekuna
|
C10H18
|
138
|
-44
|
174
|
0,765
|
Cair
|
Sifat
kimia
Adanya
ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi,
polimerisasi, substitusi dan pembakaran
1.
reaksi adisi pada alkuna
o
Reaksi alkuna dengan halogen (halogenisasi)

Perhatikan
reaksi di atas, reaksi pada tahap 2 berlaku aturan markonikov.
o
Reaksi alkuna dengan hidrogen halida

Reaksi
di atas mengikuti aturan markonikov, tetapi jika pada reaksi alkena dan alkuna
ditambahkan peroksida maka akan berlaku aturan antimarkonikov. Perhatikan
reaksi berikut:

o
Reaksi alkuna dengan hidrogen

2.
Polimerisasi alkuna

3.
Substitusi alkuna Substitusi (pengantian) pada alkuna dilakukan dengan
menggantikan satu atom H yang terikat pada C=C di ujung rantai dengan atom
lain.

4.
Pembakaran alkuna Pembakaran alkuna (reaksi alkuna dengan oksigen) akan
menghasilkan CO2 dan H2O.
2CH=CH + 5 O2 � 4CO2 + 2H2O
Langganan:
Komentar (Atom)
